Selasa, 19 Maret 2019

POLITIK IBNU SABA' SANG PROVOKATOR



POLITIK IBNU SABA' SANG PROVOKATOR ------------------------------------------------ Yuk, kita tuntaskan bacaan sejenak saja. Semoga Sahabat sahabat sukses dimana pun berada tak kurang satu apapun jua, Aamiin. Sohib Sohib yang Budiman, Mungkin sebagian kita khususnya umat muslim telah mengenal siapa itu Ibnu Saba', dia adalah Abdullah bin Saba' tulisan Arabnya " عبد الله بن سبأ " yang hidup sekitar 600 M- 670 M, juga dikenal dengan nama panggilan Ibnu Saudah merupaka seorang Rabbi Yahudi yang masuk Islam pada masa Khalifah Utsman bin Affan dan kemudian menyulut pemberontakan terhadap khalifah waktu itu, serta kemudian diriwayatkan oleh sebagian sejarawan muslim sebagai pendiri Syi'ah. Sahabat sahabat yang Budiman, Yang menarik perhatian bahwa kisah tentang Abdullah bin Saba' ini amat sering dituturkan kisahnya oleh para Da'i maupun da'iyah. Kisah Abdullah bin Saba' menurut pendapat sebagian kalangan Syi'ah ia merupakan pahlawan bagi mereka, karena keberhasilannya mempropaganda umat muslim pada era Khalifah Arrasyidin ke tiga yakni Khalifah Utsman bin Affan. Sementara itu bagi sebaian kalangan Sunni, Abdullah bin Saba' pada kenyataannya adalah tokoh Antagonis yang berpaliasi memecah belah umat muslim guna meruntuhkan Khalifah Arrasyidin yang sah dengan belbagi macam cara seperti provokasi dan propagandanya, tak perduli akan mengakibatkan perang saudara sesama muslim hingga berujung pada peristiwa gugurnya Khalifah Utsman bin Affan oleh Kinanah bin Bisyr, Saudan bin Humran Al Murady dan Amr bin Hamiq. Mereka inilah yang termakan oleh isu sara yang dibuat ibnu Saba'. Sohib sohib yang budiman, Kisah ini amat memilukan jika kita baca dalam kitab Al Bidayah Wan Nihayah Bab Peristiwa Terbunuhnya Utsman bin Affan karangan Ibnu Katsir ; وروى ابن عساكر عن ابن عون أن كنانة بن بشر ضرب جبينه ومقدم رأسه بعمود حديد فخر لجنبيه وضربه سودان بن حمران المرادي بعد ما خر لجنبه فقتله وأما عمرو بن الحمق فوثب على عثمان فجلس على صدره وبه رمق فطعنه تسع طعنات وقال أما ثلاث منهن فلله وست لما كان في صدري عليه Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ibnu Aun bahwa Kinanah bin Bisyr memukul rusuk dan ubun-ubun Usman dengan besi sehingga Beliau tersungkur disebelahnya. Lalu Saudan bin Humran Al Murady memukul lagi hingga beliau terbunuh. Kemudian Amr bin Hamiq melompat ke dada Usman dan pada saat itu beliau menghembuskan nafas yang terakhir lalu ia menikam Usman dengan sembilan tikaman seraya berkata “Adapun tiga tikaman karena Allah dan enam tikaman karena dendam di dalam dadaku”. [Juz; 10 Hal :309] isi 21 jilid Dari penjelasan Ibnu Katsir ini dapat diketahui bahwa salah satu dari pembunuh Usman adalah Amr bin Hamiq dimana mengenai dia Ibnu Katsir dalam Al Bidayah Wan Nihayah atau dapat kita temukan pula dalam kitab Asad Al-gobah karya Ibnu Atsir, berkata عمرو بن الحمق بن الكاهن الخزاعى أسلم قبل الفتح وهاجر وقيل إنه إنما أسلم عام حجة الوداع وورد فى حديث أن رسول الله دعا له أن يمتعه الله بشبابه فبقى ثمانين سنة لا يرى فى لحيته شعرة بيضاء ومع هذا كان أحد الأربعة الذين دخلوا على عثمان Amr bin Hamiq bin Kahin Al Khuza’i memeluk islam sebelum Fathul Makkah dan peristiwa Hijrah dan ada pula yang mengatakan kalau ia memeluk islam pada Haji wada. Diceritakan dalam suatu hadis bahwa Rasulullah SAW berdoa untuknya “semoga Allah memberimu usia yang baik” Ia hidup sampai berumur 80 tahun dan tidak ada sehelaipun uban di janggutnya. Ia adalah salah satu dari empat orang yang menerobos rumah Utsman. Sohib sohib yang budiman, Karakteristik Ibnu Saba' ini, juga termakrtub dalam sebuah syair, terkenal dengan sebutan 'WASIAT RENUNGAN MASA. Syair tersebut berupa bait bait yang dikarangan oleh Sosok Ulama' Mashur yaitu Maulana Syikh Tuan Guru Kiayi Al- Haj Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Bunyi bait tersebut ; ............................................................... ادوح سايغ !! ابن سبا مغادودونبا. انتارى فموكا دغن فمودا. انتارى انغوتا دغن انغوتا. انتارى كيتا دغن كيتا ............................................................. ADUH SAYANG ! IBNU SABA' MENGADU DOMBA ANTARA PEMUKA DENGAN PEMUDA ANTARA ANGGOTA DENGAN ANGGOTA ANTARA KITA DENGAN KITA ............................................. Sohib sohib yang budiman Semoga dengan Media media yang kita gunakan sebagai alat bantu agar tercapai kedamaian antar sesama, khususnya antara sesama muslim. _____________ ____________ Referensi; 1. Al Bidayah Wan Nihayah Juz; 10 Hal : 309 -Bab Peristiwa Terbunuhnya Usman bin Affan karangan Ibnu Katsir. 2. Al Bidayah Wan Nihayah juga bisa ditemukan dalam kitab Asad Al-gobah karya Ibnu Atsir. [ باب العين والميم ]. 3. Wasiat Maulana Syikh Tuan Guru Kiayi Al- Haj Muhammad Zainuddin Abdul Madjid bait ke- 35. ______________ Semoga bermanfaat mohon kritik dan saran /Share monggo, semoga menambah wawasan. ________________ Rasy,Lombok Tengah 17-02-2019. https://www.youtube.com/user/azkia2011/videos

ROCKY GERUNG VS HARY TANOE MASUK MASJID BENARKAH ?. Kedunya katanya Non-Muslim, Waduh gimana nih .?


========================== Biar mencet berfikir tidak keluyuran, yuk kita tuntaskan bacaan, bila perlu diulang lagi ya,.. Sohib Sohib yang Budiman , Jika kita bicara mengenai perkara ini, entah itu Rocky Gerung atau Hari Tanoe Masuk masjid yang akhiri akhir ini begitu hangat diperbincangkan dikalangan kaum muslim umumnya maupun di kalangan non muslim lainnya. Pada umumnya dari beberapa literatur kitab perbedaan pendapat ulama perihal ini berangkat dari perbedaan pemahaman mereka atas Surat At-Taubah ayat 28 berikut ini: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَذَا. Artinya, “Wahai orang yang beriman, sungguh orang musyrik itu najis. Janganlah mereka memasuki masjidil haram setelah tahun ini,” (At-Taubah ayat 28). Sohib Sohib yang Budiman, berikut paparan dari empat mazhab mengenai hal ini; 1. Madzhab Hanafi Berikut ini pemahaman Abu Hanifah terkait Surat At-Taubah ayat 28: أجاز أبو حنيفة للكافر دخول المساجد كلها، حتى المسجد الحرام من غير إذن، ولو لغير حاجة. ومعنى آية {فلا يقربوا المسجد الحرام بعد عامهم هذا} [التوبة:28/9] عنده: ألا يحجوا، ولا يعتمروا عراة بعد حج عامهم هذا، عام تسع من الهجرة، حين أمر الصديق، ونادى علي بهذه السورة، وقال: «ألا لا يحج بعد عامنا هذا مشرك، ولا يطوف عريان». وقد دخل أبو سفيان مسجد المدينة لتجديد عقد صلح الحديبية، بعدما نقضته قريش، وكذلك دخل إليه وفد ثقيف، وربط ثمامة بن اثال في المسجد النبوي حينما أسر Artinya, “Abu Hanifah membolehkan orang kafir masuk masjid mana saja, termasuk masjidil haram tanpa izin dan tanpa keperluan sekalipun. Sedangkan pengertian ayat, ‘Jangan mereka memasuki masjidil haram setelah tahun ini,’ (At-Taubah ayat 28) menurut Abu Hanifah, adalah larangan untuk berhaji dan umrah dengan telanjang setelah tahun ini, yaitu tahun 9 H ketika ia memerintahkan Abu Bakar As-Shiddiq dan Sayyidina Ali menyeru dengan surat ini, ‘Setelah tahun ini tidak boleh lagi ada orang musyrik melaksanakan haji dan tidak boleh ada lagi orang telanjang berthawaf,’ (HR Bukhari dan Muslim). Abu Sufyan sendiri pernah memasuki masjid Madinah untuk memerbaharui kontrak perdamaian Hudaibiyah setelah dilanggar oleh Quraisy. Demikian juga rombongan tamu dari Bani Tsaqif pernah memasuki masjid Madinah. Tsamamah bin Atsal ketika dalam kondisi tawanan diikat di masjid nabawi. 2. Madzhab Maliki membolehkan non-Muslim untuk memasuki tanah haram kecuali masjidil haram dengan izin umat Islam dan dengan aman. Tetapi Madzhab Malik mengharamkan non-Muslim untuk masuk ke dalam masjid manapun kecuali ada uzur tertentu. 3. Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanbali Mengharamkan sama sekali non-Muslim untuk masuk ke dalam masjidil haram meskipun untuk kemaslahatan tertentu. Hanya saja non-Muslim–menurut mereka–boleh memasuki masjid lain untuk sebuah hajat tertentu dengan izin umat Islam sebagaimana keterangan berikut ini: وقال الشافعية والحنابلة: يمنع غير المسلم، ولو لمصلحة من دخول حرم مكة، لقوله تعالى: {يا أيها الذين آمنوا إنما المشركون نجس، فلا يقربوا المسجد الحرام بعد عامهم هذا} [التوبة:28/9] وقد ورد في الأثر: « الحرم كله مسجد». ويجوز عندهم للكافر لحاجة دخول المساجد الأخرى غير المسجد الحرام، بإذن المسلمين؛ لأن نص الآية في المسجد الحرام، والأصل في الأشياء الإباحة، ولم يرد في الشرع ما يخالف هذا الأصل، ولأن النبي صلّى الله عليه وسلم قدم عليه وفد أهل الطائف، فأنزلهم في المسجد قبل إسلامهم. وقال سعيد بن المسيب: قد كان أبو سفيان يدخل مسجد المدينة، وهو على شركه. وقدم عمير بن وهب، فدخل المسجد، والنبي صلّى الله عليه وسلم فيه ليفتك به، فرزقه الله الإسلام Artinya, “Madzhab Syafi’i dan Madzhab Hanbali berpendapat bahwa non-Muslim sekalipun untuk sebuah kemaslahatan dilarang untuk memasuki tanah haram Mekah berdasarkan firman Allah, ‘Wahai orang yang beriman, sungguh orang musyrik itu najis. Janganlah mereka memasuki masjidil haram setelah tahun ini,’ (At-Taubah ayat 28). Di dalam atsar disebutkan, ‘Tanah haram seluruhnya adalah masjid.’ Menurut ulama dari dua madzhab ini, orang kafir boleh masuk masjid dengan izin umat Islam karena suatu keperluan kecuali masjidil haram. Pasalnya, teks ayat tersebut hanya menyinggung masjidil haram. Hal ini juga sesuai kaidah bahwa pada asalnya segala sesuatu adalah boleh. Di dalam syariat sendiri tidak ada dalil yang mengalahi hukum asal ini. Rasulullah SAW sendiri–ketika didatangi oleh rombongan kunjungan dari Thaif–menempatkan tamunya di masjid tersebut sebelum mereka memeluk Islam. Sa‘id Ibnul Musayyab mengatakan, Abu Sufyan pernah memasuki masjid Madinah ketika masih menjadi seorang musyrik. Ketika Rasulullah sedang berada di dalam masjid, ‘Umair bin Wahb pernah datang lalu memasukinya untuk membunuh Rasul. Tetapi Allah menganugerahkan Islam kepadanya. ------------------ Dari pelbagai keterangan ini, kita dapat mengatakan bahwa ulama berbeda pendapat perihal masuknya non-Muslim ke masjid selain masjidil haram. Ulama memiliki cara pandang yang khas atas Surat At-Taubah ayat 28 dan sejumlah riwayat hadits sehingga melahirkan perbedaan pendapat perihal ini. Adapun terkait masuknya muda mudi remaja non-Muslim ke dalam sebuah area di dalam masjid untuk merapatkan agenda tertentu, masalah ini perlu merujuk pada tradisi dan kesepakatan sosial setempat atau setidaknya izin pengurus masjid dengan catatan pengurus masjid mengerti perbedaan pandangan di kalangan ulama. _______________________ Wallahul muwaffiqu Walhadi ila sabilirrasyad Wassalamu ’alaikum wr. wb. Semoga bermanfaat mohon dikoreksi,,,!! ___________________ Rujukan Alqur'an Surat At-Taubah ayat 28 Rujukan Kitab, Syekh Wahbah Az-Zuhayli, Al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, Beirut, Darul Fikr, cetakan kedua, 1985 M/1405 H, juz 3, halaman 582 - 583). ----------------------------

Minggu, 06 Mei 2018

PAMAN DAN BIBI RASULULLAH SAW

بسم الله الرحمن الرحيم.                     
حسبي الله ونعم الوكيل.                     

================================

[فصل في أعمامه  صلى الله عليه وسلم]       
 PASAL PADA PAMAN PAMANNYA NABI SAW.
--------------------------------------------------------
فمنهم أسد الله وأسد رسوله سيد الشهداء حمزة بن عبد المطلب، والعباس، وأبو طالب واسمه عبد مناف، وأبو لهب واسمه عبد العزى، والزبير، وعبد الكعبة، والمقوم، وضرار، وقثم، والمغيرة ولقبه حجل، والغيداق واسمه                 
مصعب، وقيل: نوفل، وزاد بعضهم: العوام، ولم يسلم منهم إلا حمزة، والعباس.                                                         
Dari sebagian mereka adalah singa Allah dan singa Rasul-Nya Sayyid Syuhada' Hamzah bin Abdulmitthalib, dan Abbas, dan Abu Thalib namanya adalah Abdi Manaf, dan Abu Lahab namanya adalah Abdul Uzza, Dan Zubair,dan Abdul Ka'bah, dan Mukawwim, dan Dirar, dan Qasam, dan Mugairah gelarnya Hijil, dan A-l Gaidaq namanya adalah Mus'ab, dan dikatakan : Naufal, dan menambahkan oleh sebagian mereka : Al-awwam
Dan tiada yang masuk islam dari sebagian mereka kecuali Hamzah dan Abbas.
-----------------------------------
Ket
1. Hamzah
2. Abbas
3. Abu Thalib
4. Abu Lahab
5. Zubair
6. Abdul Ka'bah
7. Muqawwim/Harist
8. Dirar
9. Qatsam
10. Mugairah
11. Al-Gaidaq/Musa'ab/Naufal
Sebagian mereka menambah : Al-Awwam

-----------------------
وأما عماته، فصفية أم الزبير بن العوام، وعاتكة، وبرة، وأروى، وأميمة، وأم حكيم البيضاء. أسلم منهن صفية، واختلف في إسلام عاتكة وأروى، وصحح بعضهم إسلام أروى.             

Adapun bibi Rasulullah yaitu:

1. `Atikah
2. Barrah
3. Arwa
3. Umaimah
4. Ummu Hakim ( Baidhak)
5. Shafiyah
Berselisih pendapat tentang ilamnya `Atikah dan Arwa.
----------------------+++
Refrensi
Kitab Zadul Al- Miad.
==   زاد المعاد  ===
06 -05-2018 . Aikmel Lombok Timur

Kamis, 15 Maret 2018

TIDUR ATAU MAKAN DI DALAM MASJID MENURUT MAZHAB YANG EMPAT



TIDUR ATAU MAKAN DI DALAM MASJID
MENURUT MAZHAB YANG EMPAT

النوم في المسجد والأكل فيه .                          
يكره النوم في المسجد على تفصيل في المذاهب،
وكذا يكره الأكل فيه لغير معتكف على تفصيل في المذاهب؛                                                        
Tidur di dalam Masjid dan makan di dalamnya.
Makruh tidur di dalam Masjid berikut penjelasan Mazhab- mazhab,demikian pula makruh makan di dalam Masjid bagi selain orang yang iktikaf. Berikut penjelasan Mazhab- mazhab;

A. PENJELASAN TENTANG TIDUR DI  DALAM MASJID.

1. IMAM HANAFI
 الحنفية قالوا: يكره النوم في المسجد إلا للغريب،
 والمعتكف، فإنه لا كراهة في نومهما به، ومن أراد أن ينام به ينوي الاعتكاف، ويفعل ما نواه من الطاعات،
فإن نام بعد ذلك نام بلا كراهة.
Menganut mazhab Hanafi mereka mengatakan : Dimakruhkan tidur di Masjid kecuali bagi orang asing ( yang tidak umum), dan orang yang iktikaf,maka sesungguhnya tidak dimakruhkan tidur bagi keduannya di dalam Masjid, dan barang siapa yang suka ketiduran di dalam Masjid berniatlah untuk iktikaf dan mengerjakan apa yang ia niatkan itu untuk ketaatan, sesungguhnya orang yang tidur dalam keadaan seperti itu maka tidurnya tidak digolongkan makruh.

2. IMAM SYAFI'I
الشافعية قالوا: لا يكره النوم في المسجد غلا إذا ترتب عليه تهويش، كأن يكون للنائم صوت مرتفع بالغطيط.
Penganut mazhab Syafi'i mereka mengatakan : Tidak makruh tidur di Masjid dalam keadaan sepi apabila tertib tidak membingungkan seperti orang yang tidur tersebut suaranya tinggi sebab mendengkur.

3. IMAM HAMBALI
الحنابلة قالوا: إن النوم في المسجد مباح للمعتكف وغيره، إلا أنه لا ينام أمام المصلين لأن الصلاة إلى النائم مكروهة، ولهم أن يقيموه إذا فعل ذلك.
Penganut Imam  Hambali, mereka berkata: Sesungguhnya orang yang tidur di dalam Masjid hukumnya mubah (boleh ) bagi orang yang iktikaf dan selainnya, kecuali jangan tidur di depan orang yang Sholat, karena sholat didepan orang tidur dimakruhkan, dan oleh karenanya agar mereka membangunkannya apabila hendak mengerjakan sholat.

4. IMAM MALIKI
المالكية - قالوا: يجوز النوم في المسجد وقت  القيلولة، سواء كان المسجد بالبادية أو الحاضرة
وأما النوم ليلاً فإنه يجوز لمسجد البادية دون   الحاضرة فإنه يكره لمن لا منزل له، أو لمن صعب عليه الوصول إلى منزله ليلاً؛ وأما السكنى دائماً، فلا تجوز إلا لرجل تجرد للعبادة، أما المرأة فلا يحل لها السكنى فيه                                                                    
Penganut Mazhab Maliki mereka mengatakan: Boleh tidur di masjid pada waktu istirahat sama ada di masjid pedalaman atau umum. Adapun tidur pada malam hari maka itu dibolehkan pada masjid pedalaman bukan masjid umum maka sesungguhnya dimakruhkan bagi orang yang tidak memiliki rumah atau bagi orang sulit sampai ke rumahnya.Adapun tinggal selama lamanya maka itu tidak boleh kecuali bagi Laki- laki yang senantiasa untuk beribadah, adapun Perempuan maka tidak halal baginya tinggal di dalam masjid.

B. PENJELASAN TENTANG MAKAN DI DALAM MASJID.

1. IMAM HANAFI

(1) الحنفية قالوا: يكره تنزيهاً أكل ما ليست له رائحة كريهة، أما ما كان له رائحة كريهة كالثوم والبصل؛ فإنه يكره تحريماً، ويمنع آكله من دخول المسجد،  ومثله من كان فيه بخر تؤذي رائحته المصلين، وكذا يمنع من دخول المسجد كل مؤذ، ولو بلسانه.      
Penganut Mazhab Hanafi mereka mengatakan: Makruh Tanzih(*)(وَهُوَ مَا كَانَ إِلَى الْحِل أَقْرَبُ ) makan makanan yang tidak mengandung bau yang menyengat, adapun makanan yang mengandung bau yang menyengat seperti bawang merah dan bawang putih; maka sesungguhnya itu makruh Tahrim (*)(وَهُوَ إِلَى الْحُرْمَةِ أَقْرَبُ  ),dilarang memakannya ketika masuk ke masjid, dan yang semisalnya orang yang memakai wewangian yang baunya mengganggu orang yang sholat, dan begitu pula dilarang memasuk Masjid setiap yang mengganggu, walau dengan sebab lisannya.
( *) Lihat Halaman 223/257 Kitab Ta'rifat Al- Barjan.
2. IMAM MALIKI
المالكية قالوا: يجوز للغرباء الذين لا يجدون مأوى سوى المساجد أن يأووا إليها ويأكلوا فيها ما لا يقذر، كالتمر، ولهم أن يأكلوا ما شأنه التقذير، إذا أمن تقذير المسجد به بفرش سفرة أو سماط من الجلد ونحوه، وكل هذا في غير ما له رائحة كريهة، أما هو فيحرم أكله في المسجد.                                              
Penganut Mazhab Maliki mereka berkata: Boleh bagi orang asing yang tidak mendapatkan tempat penampungan selain di Masjid untuk mereka  ditampung di Masjid dan makan di Masjid selama tidak mengotori, seperti kurma kering dan agar mereka itu supaya makan tidak sekehendaknya mengotori. Apabila aman dari mengotori Masjid terhadap perabotan meja makan atau taplak meja dari kulit atau yang serupa dengannya, setiap ini pada selain tidak ada padanya bau yang menyengat, adapun selainnya diharamkan memakannya di dalam Masjid.

3. IMAM SYAFI'I
الشافعية قالوا: الأكل في المسجد مباح ما لم يترتب عليه تقذير المسجد، كأكل العسل والسمن، وكل ما له دسومه وإلا حرم، لأن تقذير المسجد بشيء من ذلك ونحوه حرام، وإن كان طاهراً، أما إذا ترتب عليه تعفيش المسجد بالطاهر لا تقذيره، كأكل نحول القول في المسجد فمكروه.                                            
Penganut Mazhab Syafi'i mereka mengatakan: Makan di dalam Masjid Boleh selama tidak menimbulkan kotornya Masjid, seperti makan  manis manisan (madu) dan buah buahan, dan semua itu tiada baginya berlemak dan jika tidak begitu itu diharamkan, karena bahwasanya mengotori masjid dengan sesuatu  dari yang demikian itu dan yang semisalnya itu diharamkan,sekalipun suci. Adapun apabila menimbulkan atasnya sampah di Masjid dengan benda suci tidak termasuk mengotorinya seperti makan berkuah di dalm masjid, maka dimakruhkan.

4. IMAM HANAFI
الحنابلة قالوا: يباح للمعتكف وغيره أن يأكل في
 المسجد أي نوع من أنواع المأكولات بشرط أن لا يلوثه؛ ولا يلقي العظام ونحوها فيه: فإن فعل وجب عليه تنظيفه من ذلك. هذا فيما ليس له رائحة كريهة، كالثوم والبصل، وإلا كره، ويكره لآكل ذلك ومن في حكمه كالأبخر دخول المسجد، فإن دخله استحب إخراجه دفعاً للأذى، كما يكره إخراج الريح في  المسجد لذلك                                                
Pengikut Imam Hanafi mereka mengatakan;  Boleh bagi orang yang iktikaf dan selainnya agar ia makan di dalam Masjid yaitu jenis dari beberapa jenis makanan dengan syarat agar tidak mencemarkan Masjid, jangan membuang tulang dan yang seumpamanya: Maka jika ia berbuat seperti itu wajib ia membersihkannya ini yang dimaksud bukan  seperti yang berbau menyengat seperti bawang merah dan bawang putih jika tidak begitu itu dimakruhkan. Dimakruhkan pula memakan daripada itu dan dari segi hukumnya sama seperti wewangian yang masuk Masjid maka masuknya wewangian itu lebih baik dikeluarkannya menghindari mengganggu, seperti dimakruhkannya buang angin (kentut) di dalam Masjid.

Demikian semoga bermamfaat, jika ada salah tulis atau salah dalam menterjemah, sudilah kira dilengkapi.

Rasy, Lombok Tengah
16-03-2018.
KITAB MAZAHIBUL ARBA'AH BAB SHOLAT

Rabu, 14 Maret 2018

HUKUM TIDUR DAN MAKAN DI DALAM MASJID MENURUT EMPAT MAZHAB





النوم في المسجد والأكل فيه


يكره النوم في المسجد على تفصيل في المذاهب، فانظره تحت الخط


الحنفية قالوا: يكره النوم في المسجد إلا للغريب، والمعتكف، فإنه لا كراهة في نومهما به، ومن أراد أن ينام به ينوي الاعتكاف، ويفعل ما نواه من الطاعات، فإن نام بعد ذلك نام بلا كراهة.
الشافعية قالوا: لا يكره النوم في المشجد غلا إذا ترتب عليه تهويش، كأن يكون للنائم صوت مرتفع بالغطيط.
الحنابلة قالوا: إن النوم في المسجد مباح للمعتكف وغيره، إلا أنه لا ينام أمام المصلين لأن الصلاة إلى النائم مكروهة، ولهم أن يقيموه إذا فعل ذلك.
المالكية - قالوا: يجوز النوم في المسجد وقت القيلولة، سواء كان المسجد بالبادية أو الحاضرة وأما النوم ليلاً فإنه يجوز لمسجد البادية دون الحاضرة فإنه يكره لمن لا منزل له، أو لمن صعب عليه الوصول إلى منزله ليلاً؛ وأما السكنى دائماً، فلا تجوز إلا لرجل تجرد للعبادة، أما المرأة فلا يحل لها السكنى فيه).
وكذا يكره الأكل فيه لغير معتكف على تفصيل في المذاهب؛ فانظره تحت الخط (الحنفية قالوا: يكره تنزيهاً أكل ما ليست له رائحة كريهة، أما ما كان له رائحة كريهة كالثوم والبصل؛ فإنه يكره تحريماً، ويمنع آكله من دخول المسجد، ومثله من كان فيه بخر تؤذي رائحته المصلين، وكذا يمنع من دخول المسجد كل مؤذ، ولو بلسانه.
المالكية قالوا: يجوز للغرباء الذين لا يجدون مأوى سوى المساجد أن يأووا إليها ويأكلوا فيها ما لا يقذر، كالتمر، ولهم أن يأكلوا ما شأنه التقذير، إذا أمن تقذير المسجد به بفرش سفرة أو سماط من الجلد ونحوه، وكل هذا في غير ما له رائحة كريهة، أما هو فيحرم أكله في المسجد.
الشافعية قالوا: الأكل في المسجد مباح ما لم يترتب عليه تقذير المسجد، كأكل العسل والسمن، وكل ما له دسومه وإلا حرم، لأن تقذير المسجد بشيء من ذلك ونحوه حرام، وإن كان طاهراً، أما إذا ترتب عليه تعفيش المسجد بالطاهر لا تقذيره، كأكل نحول القول في المسجد فمكروه.
الحنابلة قالوا: يباح للمعتكف وغيره أن يأكل في المسجد أي نوع من أنواع المأكولات بشرط أن لا يلوثه؛ ولا يلقي العظام ونحوها فيه: فإن فعل وجب عليه تنظيفه من ذلك. هذا فيما ليس له رائحة كريهة، كالثوم والبصل، وإلا كره، ويكره لآكل ذلك ومن في حكمه كالأبخر دخول المسجد، فإن دخله استحب إخراجه دفعاً للأذى، كما يكره إخراج الريح في المسجد لذلك).

Jumat, 22 Desember 2017

"HARUSKAH OPRATOR BERHATI SABAR WALAU MENIRU CARA HIDUP KELELAWAR".,!?

"HARUS MEMILIKI OPRATOR MENGAPA SEMUA ORANG HIDUP SEHAT",?

 Foto Ato Ulloh.

Seiring dengan globalisasi modern, media elektronik, para Oprator diharuskan untuk bisa memproklamirkan kebijakan yang telah dipercayakan oleh pemegang polis, terkadang atau mungkin sangat sering meluangkan waktu, tidur tidak lagi jeda tapi sekarang saatnya untuk fajar dan bertemu fajar lagi. Demi Anak Bangsa "Apakah oprator melanggar fitrahnya sebagai manusia !! ??
Pa dahal jelas dalam surah (An-Naba 'Ayat, 9-11)
Ayat 9
وجعلنا نومكم سباتا 9
Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.
Ayat 10
وجعلنا اليل لباسا 10
Dan Kami menjadikan malam itu sebagai garmen.
Ayat 11
وجعلنا النهار معاشا 11
Dan Kami membuat hari untuk hidup.

Ini adalah pertimbangan umum. Jika suara asli "Non-Bat Oprator" terdengar.
Nah 'Teman seorang sahabat jika masalah ini masih terjadi solusinya adalah:
Hadis 1
عن سهل بن معاذ عن أبيه أن رسول الله صلى الله
عليه وسلم قال من كظم غيظا وهو قادر على أن ينفذه دعاه الله عز وجل على رءوس الخلائق يوم القيامة حتى يخيره الله من الحور العين ما شاء
Dari Muadz bin Anas, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa bisa menahan amarah sementara ia mampu meluapkannya, maka pada hari Kiamat kelak Allah akan memanggilnya di antara para makhluk sampai ia dipersilakan untuk memilih bidadari seenaknya" Hasan: Ibnu Majah (4186)
Hadis 2
عن عبد الله قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما تعدون الصرعة فيكم قالوا الذي لا يصرعه الرجال قال لا ولكنه الذي يملك نفسه عند الغضب
Dari Abdullah, dia berkata, "Rasulullah SAW berkata, 'Siapakah orang yang Anda anggap paling berkuasa di antara Anda?' Orang-orang menjawab, '(Orang yang kuat) yang bisa mengalahkan sejumlah orang lain.' Dia menjawab, 'Tidak, orang kuatlah yang dapat menahan kemarahannya saat dia marah.' "Shahih: Muslim (30/08)
Jadi semoga bermanfaat
والسلام Wassalam
Rasy Lombok Tengah,
20 Desember 2017

TEKS PERSUASIF

TEKS PERSUASIF  _____________________ A. Menemukan Ajakan dalam Teks Persuasif 1. Pengertian Teks Persuasif Teks persuasif adalah berisi aja...